0 item in the bag

No products in the cart.

WhatsApp : +6282223239478

Review Perbedaan FujiFilm X-A3 dan X-A5 Untuk Kamera Vlogging Low Budget

Pada awal tahun 2018 Fujifilm merilis kamera terbaru di jajaran XA series yaitu Fujifilm XA5. Dengan desain retro nan classic, antar muka yang mudah digunakan, dan layar sentuh yang sensitif, Fujifilm sepertinya sedang membidik pengguna kamera pemula. Terlepas dari XA5, ada pula XA3 yang diperkenalkan lebih dahulu oleh fujifilm indonesia. Pada artikel ini kami akan Mengupas kelebihan dan kekurangan dari dua kamera besutan fujifilm ini , untuk mempermudah dalam menentukan pilihan antara Fujifilm XA3 atau XA5.

Fujifilm XA3

XA3 kamera dengan desain retro yang stylist dengan body dominan warna silver dihiasi lapisan kulit sintesis. Selain itu, XA3 dibekali layar LCD touchscreen berukuran 3 inci yang dapat diputar hingga flip 180 derajat. Sehingga sangat memudahkan untuk membuat Vlog ataupun selfi. Dengan Bobot 339 gram kamera XA3 tergolong ringan sehingga akan membuat nyaman penggunanya saat harus memotret dalam jangka waktu relatif lama. Sehingga sangan nyaman saat dibawa traveling.

Fujifilm XA5

Dari segi tampilan luar Fujifilm XA5 mempertahankan gaya retro dengan LCD touchscreen berukuran 3 inci yang bisa dilipat 180 derajat hingga menghadap ke depan untuk mempermudah pemotretan selfie dan vlog. Dan dibekali lensa type XC 15-45mm terbaru dari fujifilm dengan menggunakan system elektronic zoom.

Adanya jack untuk mic external, memudahkan vlogger untuk menambahkan mic external untuk merekam suara lebih jernih. Resolusi 4K adalah fitur yang ditambahkan untuk kamera mirrorless fujifilm XA5. Fujifilm XA5 dapat memotret dalam resolusi 4K (3840 x 2160) pada kecepatan frame maksimum 15 fps selama 5 menit, untuk Full HD (1920 x 1080), ia dapat merekam pada kecepatan frame 60/50/24 fps. Sedangkan XA3 menawarkan lebih sedikit dalam hal spesifikasi video, karena ia hanya mampu merekam pada maksimal Full HD (1920 x 1080) pada 30/25/24 fps.

Sementara XA5 memiliki rentang sensitivitas ISO asli yang lebih luas yaitu 200 hingga 12800, Sedangkan Fujifilm XA3 yang rentang sensitivitas ISO asli “hanya” 200 hingga 6400.
Ada dua mode baru di XA5, yakni 4K Burst Shooting yang memungkinkan pengguna memilih sekaligus menyimpan bingkai terbaik dari rekaman video 4K dan Multi Focus Mode. Pada XA3, kedua mode tersebut tidak dimilikinya. Time lapse dan slow motion adalah dua fitur video tambahaan yang tidak dimiliki oleh Fujifilm XA3, namun sudah ada di kamera fujifilm XA5.

Kesimpulan

Menurut pendapat kami, dengan selisih harga yang hampir menyentuh angka dua juta rupiah memilih antara XA5 dan XA3 benar-benar bermuara pada seberapa kebutuhan Anda dalam fotografi dan videografi . Namun XA5 memberikan beberapa peningkatan yang signifikan yang pastinya dibutuhkan oleh para pengguna kamera mirrorless pemula. Semoga bermanfaat.

Leave a response