0 item in the bag

No products in the cart.

WhatsApp : +6282223239478

Kamera Mirrorless Full-Frame Canggih buat Para Fotografer Profesional (Part. 2)

3. Nikon Z6

Tidak mau ketinggalan dengan merk kamera lainnya, Nikon juga ikut mengeluarkan duo kamera mirrorless full-frame yang ditandai dengan seri Z. Salah satu kamera full-frame mirrorless Nikon tersebut adalah Nikon Z6. Nikon Z6 memiliki resolusi 24.5MP dengan sensor BSI-CMOS serta dibekali dengan sistem Hybrid AutoFocus yang memiliki 273 titik PDAF. Meskipun belum memiliki fitur Eye-AF, performa AF cukup memuaskan pada kondisi low light sekalipun. Nikon Z6 mampu memotret hingga 12 fps secara berturut-turut dengan menggunakan mode High+, baik menghasilkan gambar dalam format JPG maupun RAW. Kamera ini juga menawarkan fitur silent shooting, artinya kamu bisa memotret tanpa suara. Soal perekaman video, Nikon Z6 dapat merekam dengan resolusi UHD 4K pada 30p, 25p, dan 24p, melakukan rekaman slow motion pada 1080/120p, serta dapat menampilkan rekaman 10-bit N-Log ke perekam eksternal. Sama seperti dengan kamera mirrorless full-frame sebelumnya, Nikon Z6 juga dilengkapi dengan fitur 5-axis IBIS yang bekerja dengan baik pada lensa apapun. Kegiatan memotret menjadi nyaman dengan EVF yang memiliki 3,69 juta titik OLED. Penggunaan OLED pada EVF ini juga memungkinkan pengguna dapat melihat hasil foto melalui EVF dengan jernih. Untuk layar utamanya sendiri telah menggunakan teknologi touchscreen yang dapat digunakan untuk mengatur titik AF, melakukan berbagai pengaturan baik pada menu utama maupun menu ‘i’ (pengaturan cepat), dan melakukan pembesaran atau navigasi gambar. 

Mengenai lensanya, Nikon turut mengeluarkan lensa dengan Z-mount yang digunakan pada kamera seri Z. Memang untuk saat ini lensa Z-mount belum begitu banyak. Tapi, jangan khawatir karena Nikon memberikan solusi dengan mengeluarkan adapter FTZ untuk kamera mirrorless full-framenya. Adapter FTZ ini memungkinkan penggunaan lensa F-mount (seri lensa SLR & DSLR Nikon) pada kamera mirrorless full-frame seri Z, termasuk Nikon Z6. Jadi, buat Konco GD yang punya warisan lensa-lensa Nikon dari kamera sebelumnya, bisa pakai adapter FTZ agar dapat digunakan di kamera Nikon Z6.

Kamera Nikon Z6 memiliki grip dan body yang cukup nyaman dipegang. Bobotnya pun tidak begitu berat, yaitu sekitar 675 gram saja. Untuk fitur yang ada pada body kamera, tombol-tombolnya tidak begitu rumit atau bahkan mudah dimengerti bagi yang terbiasa memegang kamera. Pada bagian atas body terdapat layar OLED kecil yang akan menampilkan informasi mengenai pengaturan kamera. Soket yang tersedia pada body Nikon Z6 terletak di bagian kiri, diantaranya untuk headphone, mikrofon, USB-C, HDMI, dan remote cable release. Sementara pada sisi kanan kamera Nikon Z6 terdapat ruang untuk kartu memori. Nikon Z6 hanya memiliki satu slot kartu memori yang menggunakan XQD. Harga kartu memori jenis XQD memang cukup mahal jika dibandingkan dengan jenis kartu memori lainnya, namun XQD memiliki performa kecepatan mentransfer data yang cepat. Menu pengaturan Nikon Z6 bisa dibilang cukup friendly. Berbeda dengan kamera lain yang model menunya berupa halaman yang digeser ke samping, Nikon Z6 menggunakan menu pengaturan scroll yang lebih familiar bagi banyak pengguna kamera.

4. Canon EOS-R

Setelah sukses dengan kamera-kamera DSLR full-frame, Canon kini ikut merambah ke dunia mirrorless full-frame. Canon EOS-R adalah kamera mirrorless full-frame pertama dari Canon. Kamera Canon EOS-R memiliki resolusi 30MP yang ditanam dengan sensor Dual Pixel CMOS AF. Titik AF yang ada pada Canon EOS-R berjumlah 5655 titik yang dapat dipilih, yang mana mencakup 88% bingkai horizontal dan 100% secara vertikal. Jadi, memilih titik fokus menjadi lebih leluasa. Canon EOS-R dapat memotret hingga 8 fps. Namun, apabila memotret secara berturut-turut (AF-C), jepretan yang didapat maksimal 5 fps atau 3 fps pada mode Tracking Priority. Soal performa AF, sangat akurat dan cepat pada mode AF-S. Sementara itu pada mode AF-C (atau AI-Servo pada pengaturan Canon) juga menunjukkan performa yang baik pada objek jarak jauh dengan menggunakan lensa telephoto. Canon EOS-R turut memiliki Face Detection yang dapat bekerja dengan mendeteksi pupil mata subjek, mirip dengan fitur Eye-AF pada kamera Sony a7iii. Pendeteksian objek melalui pupil mata pada Canon EOS-R sangat baik. Sayangnya, fitur ini hanya dapat digunakan pada mode AF-S, yang artinya tidak dapat beroperasi pada mode kontinyu. Dengan kualitas EVF yang tinggi yaitu memiliki 3.69M titik OLED, pengguna Canon EOS-R juga dapat melihat objek dengan jernih saat memotret.

Sementara itu, untuk performa video Canon EOS-R dapat merekam dengan resolusi UHD 4K 30p dengan 1.8x crop. Bisa dibilang menjadi kekurangan dari Canon EOS-R karena dengan 1.8x crop tersebut dapat menyulitkan penangkapan rekaman wide-angle. Selain itu, Canon EOS-R tidak memiliki fitur IBIS seperti yang dimiliki kamera mirrorless full-frame yang lain. Meskipun begitu, dengan menggunakan lensa yang memiliki teknologi OIS, bisa menutupi kekurangan fitur Canon EOS-R ini. Apalagi dengan teknologi Dual Pixel AF, Konco GD dapat merekam video 4K/30p dengan mengikuti gerakan objek secara cepat dan akurat. Salah satu kelebihan untuk para vlogger ataupun videografer dengan menggunakan kamera Canon EOS-R adalah layar monitor kamera ini yang bisa dirotasi ke samping dan diputar, baik ke depan maupun ke belakang. Kegiatan perekaman video semakin optimal dengan Canon Log 10-bit 4:2:2 melalui layar monitor eksternal HDMI atau 8-bit 4:2:0 secara internal.

Untuk fitur secara fisiknya, body Canon EOS-R memiliki bobot yang cukup ringan yaitu sekitar 660 gram. Canon EOS-R juga telah dilengkapi dengan weather sealing sehingga memungkinkan untuk digunakan pada situasi ekstrem. Mengenai posisi tombol, ada beberapa hal yang menarik. Penyetelan Dial pada Canon EOS-R terletak pada sisi kamera, di mana berbeda dengan kamera-kamera Canon lainnya yang terletak pada sisi kanan. Selain itu, terdapat inovasi baru yaitu dengan adanya Multi-Function Touch Bar yang terletak tepat di sebelah kanan EVF. Tombol ini dapat dioperasikan dengan cara dipencet pada kedua sisi atau dengan cara disentuh dan digeser. Penggunaan M-F Bar ini dapat kita kustomisasikan sendiri sesuka kita. Bisa dibilang sebagai tombol jalan pintas dalam menjalankan fungsi pengaturan kamera. Canon EOS-R tidak menyertakan AF joystick yang ada pada kamera mirrorless full-frame lainnya. Tentu ini dapat mengurangi fleksibilitas dalam menentukan titik fokus. Sebagai gantinya, penentuan titik fokus dapat dilakukan melalui penggunaan touchscreen, tombol kontrol cepat, atau melalui tombol empat arah yang terletak di samping monitor. Sementara itu soal lensa, Canon EOS-R menggunakan lensa dengan RF-Mount. Artinya, lensa Canon pada seri EF, EF-S, dan TS-E tidak dapat digunakan pada Canon EOS-R, kecuali dengan menggunakan EF-EOS R adapter yang telah dipersiapkan oleh Canon.

Waaah, penjelasan yang panjang ya, Konco GD. Memang kamera mirrorless full-frame lebih diperuntukkan untuk para fotografer profesional, sehingga kamera jenis ini memiliki fitur dan teknologi yang lebih banyak dibandingkan dengan kamera pemula. Nah, buat Konco GD yang berencana mau upgrade kamera ke mirrorless full-frame, dari penjelasan tadi udah menentukan mau menggunakan yang mana? Pastikan pilih yang sesuai dengan kebutuhanmu, apakah untuk memotret atau membuat video, serta prioritas fitur yang Konco GD inginkan. Gudang Digital Online jual kamera mirrorless full-frame tersebut juga lho. Kalau sudah selesai menentukan dan ingin memilikinya, langsung saja hubungi Mimin ya!