0 item in the bag

No products in the cart.

WhatsApp : +6282223239478

Kamera Mirrorless Full-Frame Canggih buat Para Fotografer Profesional (Part. 1)

Setelah kita sempat berbicara mengenai rekomendasi kamera buat pemula, sekarang Mimin mau ngasih tau beberapa kamera mirrorless profesional dengan sensor full-frame yang canggih banget! Performanya dalam memotret atau merekam video sudah pasti nggak usah diragukan lagi. Masing-masing kamera ini telah dibekali teknologi mutakhir yang bisa menunjang pekerjaanmu sebagai fotografer, videografer, content creator, jurnalis foto, ataupun yang hanya sekedar hobi. Penasaran nih apa aja kamera mirrorless full-frame apa aja? Langsung aja simak ulasannya berikut ini!

1. Sony a7iii

Setelah sukses dengan Sony a7ii, Sony kembali mengeluarkan generasi a7 series terbaru yaitu Sony a7iii. Fitur terbaru pada kamera mirrorless full-frame ini sangat banyak dan bisa dibilang memuaskan. Sony a7iii memang memiliki resolusi yang sama dengan Sony a7ii yaitu 24mp, namun sensor pada Sony a7iii mengalami pembaharuan yaitu dengan menanamkan sensor BSI (Backside-Illuminated) CMOS. Sony a7iii juga telah dilengkapi dengan 5-Axis IBIS (In-Body Image Stabilization) yang berfungsi meminimalisir gerakan saat mengambil gambar.

Kecepatan fokus sungguh memuaskan dengan dukungan Fast Hybrid AF System. Ditambah pula dengan Eye-AF yang cepat dan akurat. Sebagai tambahan mengenai AF, Sony a7iii memiliki 425 titik AF dengan 693 titik phase-detection yang mencakup 93% area gambar. Menariknya, Sony a7iii dapat memotret dengan silent mode. Nggak cuma itu, dengan burst mode, Sony a7iii mampu melakukan 10 jepretan per detik (fps) dengan resolusi penuh! Soal kualitas gambar yang dihasilkan tentu sudah tidak usah diragukan lagi. Hasilnya bersih dan tajam, termasuk ketika memotret dalam keadaan low light. ISO 50 hingga 204,800 dapat digunakan dengan silent mode. Soal performa videonya, kamera besutan Sony yang dibanderol dengan harga mulai dari IDR 26,999,000 ini sudah bisa menghasilkan video dengan kualitas 4K pada 24fps tanpa crop serta 4K pada 30fps dengan crop 1,2x. Dengan fitur terbarunya yaitu S&Q, Sony a7iii dapat melakukan perekaman video slow motion dengan resolusi 1080p pada 120fps.

Dari segi fisik, terdapat beberapa perbedaan yang mencolok pada Sony a7iii dibandingkan seri sebelumnya. Diantaranya yaitu handgrip yang lebih besar sehingga membuat pengguna menjadi lebih nyaman dan kokoh saat memegang kamera. Tombol pada Sony a7iii terbilang cukup banyak, tampilannya pun kurang begitu friendly. Jadi kalau baru pegang kamera ini, bakal butuh waktu untuk menguasai tombol dan pengaturannya. Meskipun begitu, ketika sudah terbiasa akan terasa kalau tombol dan pengaturannya sebenarnya sangat membantu banget. Karena, terdapat 4 tombol Custom (C1-C4) yang dapat kita tentukan sesuai keinginan kita sebagai shortcut pengaturan. Mengatur titik fokus juga menjadi lebih mudah dengan menggerakkan tombol joystick atau melalui touchscreen. Sony a7iii memiliki soket yang cukup lengkap dan terdapat pada sisi kiri kamera. Soket tersebut untuk mikrofon, headphone, HDMI micro, USB Type-C,  dan multi/micro USB. Sementara itu pada bagian sisi kanan kamera, terdapat 2 slot SD Card. Dengan adanya 2 slot SD Card membantu banget untuk menyimpan data dokumentasi saat sedang memakai kamera. Bisa menyimpan foto lebih banyak dan merekam video lebih lama karena turut ditunjang dengan daya baterai yang lebih besar (mampu memotret hingga 710 foto) dibandingkan baterai pada kamera alpha 7 series sebelumnya.

2. Panasonic Lumix S1

Panasonic Lumix S1 adalah salah satu kamera mirrorless seri S keluaran Lumix yang dibekali dengan sensor full-frame. Yak, benar! Lumix kini tidak hanya punya kamera dengan sensor micro four third tetapi sudah merambah ke sensor full-frame. Lumix S1 memiliki resolusi 24MP dengan sensor CMOS Full-frame dan menggunakan prosesor Venus Engine terbaru. Namun salah satu kelebihan Lumix S1 adalah kemampuannya yang bisa menghasilkan file mentah (RAW) resolusi tinggi 96MP melalui Hi-Res mode dengan menangkap dan mengkompilasi delapan eksposur terpisah menjadi satu file. Lumix S1 bisa dikatakan cukup stabil karena kamera ini telah dibekali 5-axis IBIS dan ‘Dual IS’ yang mana stabilisasi kamera dapat bekerja lebih maksimal dengan menggunakan lensa L-mount berteknologi OIS (Optic Image Stabilization). Mengenai AF, Lumix S1 menggunakan sistem Depth-from-Defocus (DFD) contrast-detection AF sehingga dapat menangkap serta mengikuti gerakan objek gambar dengan cepat dan akurat. Hal ini turut dimaksimalkan dengan dukungan resolusi viewfinder yang cukup tinggi yaitu 5.76M-dot electronic viewfinder (EVF). Selain itu, Lumix S1 mendukung touchscreen untuk memudahkan pengguna serta penggunaan joystick untuk menentukan titik fokus yang lebih fleksibel.

Lumix S1 mampu menangkap gambar hingga 9 fps dengan AF-S atau 6 fps dengan AF-C. Eits, nggak sampe situ aja! Lumix S1 memiliki fitur 6K & 4K Photo, di mana bisa menangkap gambar secara kontinyu pada saat merekam 4K video dengan resolusi 8MP pada kecepatan pemotretan 60/30 fps atau 18MP pada kecepatan pemotretan 30 fps melalui tiga mode yang tersedia yaitu Burst, Pre-Burst, dan Burst (S/S). Kamu juga bisa memaksimalkan sensitivitas ISO hingga 51200 atau perpanjangan mencapai 204800. Mengenai performa video, Lumix S1 sudah bisa merekam dengan kualitas UHD 4K/30p tanpa crop dan waktu rekaman yang tak terbatas serta kualitas UHD 4K/60p dengan 1.5x crop dan jangka waktu rekam hingga 29:59. Adapun perekaman video pada Lumix S1 disertai pula mode High Dynamic Range (HDR), Hybrid Log Gamma (HLG) Photo Style, dan V-Log.

Menurut Mimin, Lumix S1 pas banget digunakan buat kamu yang senang memotret objek bergerak dengan cepat dan di tempat yang cukup ekstrem. Kenapa? Karena, selain performa AF-nya yang baik, kerangka Lumix S1 terbuat dari magnesium alloy yang kokoh serta seluruh body dilengkapi dengan weather-sealed alias kamera ini bisa bekerja dengan baik meskipun berada di cuaca yang dingin (freezeproof), terkena cipratan air dan debu. Yah, meskipun bentuk body Lumix S1 cenderung lebih besar dan padat jika dibandingkan dengan kamera mirrorless full-frame lainnya. Sehingga bobotnya lumayan berat yaitu mencapai 1,021 gram. Di sisi lain, Lumix S1 memiliki 2 slot penyimpanan memory card yaitu satu untuk XQD dan satunya lagi SD Card. Kamera yang dibekali dengan baterai DMW-BLJ31 ini juga bisa bertahan hingga 380-400 jepretan dengan menggunakan layar LCD. Menariknya lagi nih, pengisian daya baterai Lumix S1 bisa melalui laptop, tablet, ataupun powerbank melalui soket USB-C nya. Bisa bikin betah lama-lama motret atau merekam video, kan?