0 item in the bag

No products in the cart.

WhatsApp : +6282223239478

Kamera DSLR vs Kamera Mirrorless? Temukan Perbedannya Di Sini!

Konco GD ada yang baru ingin memasuki dunia fotografi? Bingung memilih kamera DSLR atau mirrorless? Sebenarnya, apa sih perbedaan dua macam jenis kamera ini? Dulu, sebelum kemunculan kamera mirrorless, ketika ingin memasuki dunia fotografi secara serius sudah pasti kita akan memilih kamera DSLR. Namun seiring dengan kemajuan teknologi kamera hingga munculnya kamera mirrorless yang semakin hari berkembang pesat, pilihan kamera semakin beragam yang akhirnya membuat kita jadi bingung memilih.

Perbedaan paling mendasar dari kamera DSLR dan mirrorless terletak pada sistem pengambilan gambar. Kamera Digital Single Lens Reflex atau DSLR menggunakan cermin di dalam body kamera untuk memantulkan cahaya menuju prisma yang kemudian masuk ke viewfinder dan menampilkan pratinjau bidikan tersebut. Ketika memencet tombol shutter, cermin akan terbalik lalu rana terbuka dan cahaya jatuh ke sensor gambar yang akhirnya menangkap gambar tersebut menjadi foto. Kalau kamera mirrorless, sesuai namanya, tanpa cermin. Jadi saat melakukan pengambilan gambar, cahaya akan melewati lensa dan langsung ke sensor yang kemudian menampilkan pratinjau gambar di layar LCD atau pada electronic viewfinder (EVF).

Selain itu masih ada perbedaan lainnya. Nah, perbedaan-perbedaan antara kamera DSLR dan mirrorless ini memengaruhi kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Mau tau apa aja? Yuk langsung simak pembahasan di bawah ini!

1. Fitur Fisik

Kamera DSLR: body besar dan tebal. Besarnya body kamera DSLR disebabkan oleh adanya cermin dan prisma yang cukup memakan ruang. Meskipun besar dan agak berat, namun body yang besar ini memberikan keuntungan bagi fotografer yang memiliki ukuran tangan yang besar, sehingga pada saat melakukan pengaturan tombol, jangkauan jari terasa pas dan besarnya body membuat kamera lebih kokoh saat dipegang. Selain itu apabila dipasang dengan lensa berukuran besar, body DSLR yang besar membuat keseimbangan yang baik dengan berat dan ukuran lensa.

Kamera Mirrorless: body lebih kecil dari kamera DSLR dengan konstruksi yang sederhana dibandingkan kamera DSLR. Bentuk body yang compact memberikan keuntungan bagi pengguna yang mengutamakan ukuran kamera yang lebih ringkas karena tidak membutuhkan ruang yang besar untuk dibawa bepergian, alias lebih travel-able. Tombol pengaturan pada kamera mirrorless juga lebih sederhana dibandingkan dengan kamera DSLR, sehingga memudahkan penggunaan bagi fotografer pemula.

2. Kecepatan Autofocus

Kamera DSLR: menggunakan phase-detection AF yang bekerja melalui optical viewfinder, yaitu ketika cermin menghadap bawah. Phase-detection AF membandingkan dua versi objek dari dua sudut yang berbeda dan dapat dengan cepat memfokuskan kembali fokus pada lensa. Namun, apabila menggunakan live view AF atau dengan kata lain menggunakan layar LCD, sistem phase-detection AF tidak dapat berjalan karena diakibatkan cermin yang menghadap ke atas. Kamera DSLR sangat unggul dalam hal AF pada objek yang bergerak cepat, terutama untuk memotret sports atau wildlife.

Kamera Mirrorless: sebagian besar kamera mirrorless menggunakan sistem contrast-detect AF, di mana sensor mengukur titik kontras tertinggi dalam menentukan fokus. Hal ini membuat AF menjadi cenderung lebih lambat. Akan tetapi, kamera mirrorless mulai mengejar keunggulan AF pada kamera DSLR, terutama dengan munculnya sistem hybrid AF. Hybrid AF menggabungkan sistem contrast-detect dan phase-detection yang ada pada kamera mirrorless. Fitur Hybrid AF biasanya dibekali pada kamera mirrorless high-end. Dalam situasi low-light, kini kamera mirrorless juga lebih unggul.

3. Viewfinder atau Jendela Bidik

Kamera DSLR: menggunakan optical viewfinder, di mana menunjukkan gambar yang dilihat melalui viewfinder sesuai dengan apa yang akan dipotret. Termasuk saat situasi low-light sekalipun, lebih mudah dilakukan melalui optical viewfinder pada kamera DSLR. Kelebihan lain dari optical viewfinder adalah pratinjau tampak lebih jelas dan tidak mengalami lag atau menangkap gerakan dengan lambat. Kekurangannya adalah optical viewfinder ini tidak dapat melihat pratinjau foto di viewfinder melainkan harus melalui layar LCD. Tapi, Mimin rasa kekurangan tersebut tidak begitu bermasalah, kok.

Kamera Mirrorless: menggunakan electric viewfinder (EVF) di mana jendela bidik ini menunjukkan gambar yang dilihat menjadi hasil foto yang akan didapat. Apa yang dilihat melalui EVF, dipengaruhi oleh pengaturan kamera, rasio kontras, serta kalibrasi panel jendela bidik. Sehingga biasanya apa yang kita lihat melalui EVF tidak sama persis dengan kondisi sebenarnya, melainkan kita melihat hasil foto. Keuntungannya adalah pratinjau yang kita lihat melalui viewfinder akurat dengan hasil foto yang akan kita dapatkan. Dalam situasi low-light, pratinjau pada EVF akan tampak grainy sehingga menyulitkan fotografer dalam membidik objek. Untuk kamera mirrorless dengan harga murah, biasanya tidak dibekali dengan EVF sehingga hanya bisa membidik melalui layar LCD.

4. Kualitas Foto

Kamera DSLR: umumnya kamera DSLR lebih banyak menggunakan ukuran sensor APS-C dan full-frame. Memang ada sebagian merk kamera DSLR yang membekalinya dengan sensor micro four third dan medium format, namun tampaknya produk kamera DSLR dengan sensor APS-C dan full-frame menguasai pasar karena harganya yang terjangkau serta ketersediaan pilihan lensa yang lebih banyak. Mengenai resolusi foto tertinggi pada kamera DSLR mencapai 50.6MP yang ada pada Canon EOS 5DS R.

Kamera Mirrorless: berbeda dengan kamera DSLR yang ‘ramai’ menggunakan ukuran sensor APS-C dan full-frame, kamera mirrorless dengan berbagai macam ukuran sensor cukup banyak diminati. Mulai dari ukuran sensor paling besar yaitu medium format yang dikuasai oleh Fujifilm, sensor full-frame yang semakin banyak bermunculan pada berbagai merk, sensor APS-C yang banyak dibekali pada kamera mirrorless mid-end, sensor micro four third yang dikuasai oleh Panasonic dan Olympus, hingga sensor paling kecil yaitu 1/2.3” seperti pada kamera mirrorless Olympus Q10. Selain soal sensor, kamera mirrorless memiliki resolusi gambar terbesar yaitu hingga 102 MP yang dimiliki oleh Fujifilm GFX100 dengan sensor medium formatnya.

5. Kualitas Video

Kamera DSLR: phase-detection AF pada kamera DSLR tidak dapat digunakan apabila menggunakan live view LCD karena cermin menghadap ke atas. Sehingga saat merekam video dengan menggunakan live view LCD akan menggunakan sistem contrast-detect AF yang cenderung lebih lambat dan kurang akurat.

Kamera Mirrorless: sudah banyak kamera mirrorless yang memiliki fitur video berteknologi tinggi, seperti menghasilkan kualitas UHD 4K, Log-video yang mampu memberikan efek gambar pada video yang dinamis, dan lain sebagainya. Selain itu, hybrid AF membantu pengambilan video dengan AF yang lebih cepat dan akurat.

6. Daya Baterai

Kamera DSLR: ketahanan daya baterai lebih awet yaitu dapat mengambil gambar hingga 1000 foto jika tidak menggunakan live view LCD. Namun apabila sering menggunakan live view LCD, rata-rata ketahanan daya baterai hingga 600-800 jepretan.

Kamera Mirrorless: EVF menguras daya baterai sehingga membutuhkan lebih banyak energi. Begitu pula dengan layar LCD yang selalu aktif sehingga menguras daya baterai. Jadi, baterai pada kamera mirrorless tidak seawet kamera DSLR. Foto yang mampu dihasilkan sekitar 300-400 frame untuk kamera mirrorless standar dan 650-700 frame untuk kamera mirrorless high-end. Kurangnya ketahanan daya baterai pada kamera mirrorless turut dipengaruhi oleh ukuran baterai yang lebih kecil dibandingkan baterai kamera DSLR. Hal ini dikarenakan ruang penyimpanan baterai yang kecil karena body kamera mirrorless yang lebih compact.

7. Lensa

Kamera DSLR: memiliki banyak pilihan lensa, khususnya kamera DSLR Canon dan Nikon. Beragam jenis lensa seperti ultra-wide, prime, hingga lensa tele-zoom dengan berbagai macam focal length untuk kamera DSLR sangat banyak, baik buatan kedua brand tersebut atau dari third party. Hal ini tentu dipengaruhi oleh perkembangan kamera DSLR yang jauh lebih lama dilakukan dibandingkan dengan kamera mirrorless yang belum lama muncul. Sehingga untuk kebutuhan lensa pada kamera DSLR sangat aman dan banyak pilihannya.

Kamera Mirrorless: meskipun tidak sebanyak lensa yang tersedia seperti kamera DSLR, namun lensa mirrorless mengalami perkembangan yang cukup pesat. Baik lensa first-party hingga third-party mulai memerhatikan kebutuhan lensa pada kamera mirrorless sehingga tampaknya kekurangan akan pilihan lensa sebentar lagi tidak akan menjadi masalah. Soal ukuran, walaupun kamera mirrorless cenderung memiliki body yang compact, namun untuk ukuran lensa sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kamera DSLR. Mulai dari ukuran tipis seperti lensa pancake hingga berukuran besar macam lensa tele-zoom putih pun ada. Jadi, dari segi ukuran, sama aja dengan lensa kamera DSLR pada umumnya.

Lalu, Pilih Kamera DSLR atau Kamera Mirrorless?

Itu tadi 7 perbedaan yang paling mencolok antara kamera DSLR dan mirrorless. Masih bimbang juga mau pilih yang mana? Mimin bantu rekap kesimpulannya ya untuk memudahkanmu dalam menentukan pilihan.

Kamera DSLR: body yang besar membuat pegangan lebih kokoh dan bobot menjadi seimbang apabila menggunakan lensa berukuran besar. Optical viewfinder menjadi salah satu keunggulan yang diminati oleh para fotografer profesional karena dapat melihat objek sesuai dengan situasi sesungguhnya, atau seperti melihat dengan mata telanjang (naked eye). Keuntungan lainnya, semua jenis kamera DSLR, baik yang paling murah sekalipun dibekali dengan viewfinder, pilihan lensa lebih banyak, dan ketahanan daya baterai lebih tahan lama.

Kamera Mirrorless: body lebih kecil dan ringan sehingga mudah dibawa bepergian. Kamera mirrorless dapat dipilih melalui segmentasinya, seperti kalau kamu adalah blogger atau influencer yang membutuhkan kamera dengan bentuk yang stylish dan memerlukan fitur untuk memb uat hasil foto tampak lebih cerah serta layar yang dapat diputar untuk kebutuhan selfie maka dapat menggunakan kamera mirrorless seperti Fujifilm X-A5, Olympus PEN-EPL9, dsb. Tapi, kalau kamu adalah content creator atau videographer yang memiliki kebutuhan merekam video dengan kualitas terbaik, maka dapat menggunakan kamera mirrorless Panasonic Lumix GH5, Nikon Z6, dsb. Jadi lebih mudah memilih jenis kamera mirrorless apa yang sesuai dengan kebutuhanmu.


Jadi sudah menentukan kamera apa yang akan Konco GD pilih? Kalau sudah, yuk langsung aja lihat berbagai macam kamera DSLR atau mirrorless di toko kamera Gudang Digital Online. Karena di sini jual kamera dan banyak banget pilihan brand serta seri yang dapat Konco GD pilih untuk memenuhi kebutuhan memotretmu.