0 item in the bag

No products in the cart.

WhatsApp : +6282223239478

Bikin Food Photography Lebih Profesional dengan Lensa Ini!

Konco GD ada yang hobi motret makanan atau food photography? Bikin foto makananmu jadi lebih kece, yuk! Salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk membuat foto makanan menjadi terlihat menggugah selera dan profesional adalah dengan memilih lensa yang baik. Lalu, lensa yang cocok buat food photography apa aja, ya?

Sebelum Mimin kasih tau lensa apa aja yang asyik buat motret makanan, kita harus tahu dulu kamera yang digunakan menggunakan sensor full-frame atau crop karena ini sangat berpengaruh dengan pemilihan lensa yang pas. Focal length lensa pada kamera full-frame, akan menghasilkan foto dengan lebar yang sama di kamera tersebut. Akan tetapi, focal length lensa pada kamera yang memiliki cropped sensor akan menghasilkan lebar foto yang berbeda yaitu ‘lebih nge-zoom’, yang mana hal ini disebabkan oleh adanya cropped factor.

Untuk memudahkan Konco GD dalam mencari lensa untuk food photography, Mimin akan merekomendasikan tiga lensa untuk kedua jenis sensor kamera tersebut. Cukup tiga lensa aja, enggak usah banyak-banyak. Tiga lensa ini adalah lensa prime atau fix, lensa zoom, dan lensa makro. Nah, kalau Konco GD sudah tahu kameranya menggunakan sensor full-frame atau crop, langsung aja simak 3 rekomendasi lensa untuk food photography berikut ini!

1. Lensa 50mm f/1.4 (Full-Frame) atau 35mm f/1.4 (cropped sensor)

Lensa yang terkenal dengan julukan “fifty nifty” ini termasuk lensa yang populer dalam dunia fotografi karena multiguna, bisa buat motret street photography, portrait, wedding photography, dan tentunya juga food photography. Secara umum, lensa ini memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah harga yang terjangkau, bobot lensa yang cukup ringan, focal length yang bisa digunakan untuk memotret berbagai macam genre foto, serta opsi bukaan diafragma yang bervariasi dan cukup besar untuk memotret dalam situasi cahaya redup. Kalau untuk food photography, lensa ini bisa menjadi lensa utama untuk memotret makanan ketika kamu sedang berada di kafe atau restoran yang minim cahaya karena bukaan diafragma yang besar yaitu f/1.4 maupun f/1.8. Selain itu, focal length pada lensa ini juga cukup lebar untuk memotret dengan berbagai macam sudut khususnya flat lay. Distorsi yang dihasilkan pun minim, tergantung dari jarak memotret. Salah satu cara untuk mengatasi terjadinya distorsi adalah dengan memotret dalam jangkauan yang lebar lalu lakukan pemotongan gambar saat post-process untuk menghasilkan foto makanan yang lebih kuat tanpa distorsi. 

2. Lensa 24-70mm f/2.8 (Full-Frame) atau sekitar 16-45mm f/4 (cropped sensor)

Kalau butuh lensa yang serbaguna untuk food photography, maka lensa ini pilihan tepat. Lensa zoom dengan focal length 24-70mm untuk sensor full-frame atau sekitar 16-45mm untuk cropped sensor ini bisa digunakan untuk memotret makanan dengan berbagai macam sudut. Perlu diketahui kalau tidak begitu banyak lensa bagi cropped sensor yang memiliki focal length 16-45mm. Adapun focal length yang setara untuk cropped sensor dengan 24-70mm full-frame adalah seperti 12-35mm untuk sensor micro four third, 17-50mm atau 18-55mm untuk sensor APS-C dengan bukaan f/2.8. Focal length terkecil biasanya digunakan untuk menghasilkan foto yang lebar atau wide, sehingga cocok untuk memotret makanan dari atas sekaligus menampilkan properti di sekitarnya. Potret macam ini biasa disebut dengan flat lay. Sementara itu focal length lain bisa digunakan untuk memotret makanan dengan teknik “3/4 Angle” atau memotret dengan sudut 25 hingga 75 derajat. Teknik ini populer digunakan dalam food photography karena dengan sudut ini bisa menampakkan bagian depan, permukaan, serta sisi-sisi makanan maupun properti di sekitarnya. Menggunakan lensa ini dengan focal length pendek atau wide harus berhati-hati karena bisa menyebabkan distorsi pada foto.

3. Lensa 100m macro f/2.8 (full frame) atau 60mm macro f/2.8 (cropped sensor)

Lensa satu ini paling bagus untuk memotret detail dan tekstur makanan. Lensa makro adalah pilihan terbaik untuk bisa menampilkan detail dan tekstur makanan secara jelas dan tajam. Mimin GD merekomendasikan lensa makro dengan focal length 100mm untuk full-frame atau 60mm untuk cropped sensor. Mungkin Konco GD ada yang bertanya kenapa Mimin merekomendasikan lensa dengan focal length se-panjang ini? Alasannya adalah semakin panjang focal length, maka background akan terlihat semakin creamy yang mana ini akan membuat makanan tampak lebih fokus dan jelas. Background yang creamy pun bisa menambah estetika foto. Selain itu, keuntungan lain menggunakan lensa ini adalah membantu untuk menghilangkan distorsi pada foto karena mengharuskan kita untuk memotret lebih jauh dari letak makanan. Cara terbaik menggunakan lensa ini adalah dengan memotret makanan dengan sudut 45 derajat. Supaya hasil foto lebih tajam, lebih baik menggunakan tripod agar lensa tidak bergerak saat proses pemotretan.

Rekomendasi tiga lensa untuk food photography tersebut bisa menjadi senjata andalan Konco GD buat memotret makanan. Tentu saja sesuaikan lensa tersebut dengan mount kamera yang kamu punya. Konco GD bisa mendapatkan rekomendasi lensa-lensa food photography tersebut di toko kamera Gudang Digital Online lho. Yuk dapatkan ketiga rekomendasi food photography tersebut sekarang juga dan buat foto makananmu menjadi lebih menarik dan profesional.